Senin, 10 Juni 2013

Penyebab Inflasi Cabai di Kota Kadiri





Melonjaknya harga cabe yang terjadi akhir-akhir ini tidak lepas dari peran Pasar Induk atau Grosir Buah dan Sayur di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kadiri contohnya. Pasar ini ternyata menjadi penentu harga cabe se-Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri “ Dewi Sartika ” mengungkapkan, Pasar Grosir Ngronggo sangat berpengaruh terhadap pasar cabe se-Indonesia karena mensuplai beberapa pasar lintas pulau. Mulai dari Kalimantan, Sumatera dan Jakarta.
“ Pasar Grosir Ngronggo sudah sangat terkenal. Permintaan cabe di Pasar Ngronggo hingga pulau Kalimantan dan Sumatera,” kata Dewi Sartika kepada wartawan, Jumat ( 7 / 1 / 11 ).

Perlu diketahui bahwa harga cabe di Kediri saat ini berkisar antara Rp. 60 - 70 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dua kali lipat dari harga seminggu sebelumnya. Kenaikan harga cabe di Kediri terjadi secara merata di sejumlah pasar-pasar yang ada.

Dewi Sartika menjelaskan, naiknya harga cabe yang terjadi saat ini akibat beberapa faktor, yaitu :

Pertama adalah pengaruh cuaca yang tidak menentu atau istilahnya anomali cuaca. Curah hujan lebih tinggi daripada panas. “Pengaruh cuaca ini akan terjadi hingga bulan April-Mei mendatang. Oleh karena itu, saya sudah menyampaikan kepada petani bahwa akan terjadi inflasi untuk cabe, penyebab kedua adalah minimnya pasokan cabe ke pasar-pasar di Kota Kediri. Sementara, jumlah permintaan cabe terus naik. “ Lahan cabe di Kota Kediri ini hanya 3-5 hektar, dan itupun tidak terhampar luas. Sementara produksi satu hektarnya sekitar 50-60 kilogram atau paling maksimal sebesar 300 kilogram, penyebab yang ketiga adalah adanya kontrak kerjasama antara sejumlah petani cabe dengan pabrik-pabrik. Mereka menjual harga cabe dalam volume besar dan langsung ke perusahaan. Akibatnya, pasokan cabe ke pasar minim,” ungkap Dewi Sartika.

Dinas Pertanian, tidak dapat mempengaruhi gejolak harga, dinas hanya mampu menaikkan jumlah produksi tanaman cabe untuk menambah pasokan cabe ke pasar. “Jika pasokannya bertambah, secara sendirinya harga bisa turun. Hanya inilah yang mampu kita kerjakan. Tetapi dalam kondisi cuaca yang sedemikian rupa, kita tidak bisa berbuat banyak,” ungkap Dewi Sartika.

Selama ini pasar-pasar di Kota Kediri terus mendapat pasokan dari wilayah Kabupaten Kediri, Tulungagung dan Ngajuk. Dewi berharap cuaca akan kembali normal sehingga produksi cabe dapat dinaikkan. Amien

Sumber : kedirijaya.com

Terimakasih Dan Semoga Sukses Selalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik, Saran, dan Komentar Pemblogger Sangat Kami Harapkan, Guna Untuk Pemaksimalan Blog Ini